Thursday, May 18, 2017

ASAL USUSL SUKU TAMIANG ACEH








ASAL USUL SUKU TAMIANG ACEH -  Suku Tamiang berada di enam kecamatan Kabupaten Aceh Timur, antara lain Kec Bendahara, Kec Kejeruan Muda, Kec Seruway, Kec Karang Baru, Kec Tamiang Hulu serta Kec Kuala Simpang. Disaat pendudukan Belanda wilayah ini masuk dalam Kewedanaan Tamiang. 


Belum ada kutipan yang pasti tentang asal usul suku bangsa ini. Akan tetapi ada yang beranggapan orang Tamiang itu berasal dari penduduk Kerajaan Melayu Raya yang bermigrasi sebab diserang Sriwijaya. Pada wilayah ini mereka membuat beberapa kerajaan, seperti Bendahara, Sungai Iyu, Sutan Muda Seruway, Karang Baru serta Keujeren Muda. Tamiang sendiri berasal dari bahasa Aceh, hitam mieng, artinya "pipi hitam". Nama tersebut diberikah oleh Sultan Muhammad Thahir Bahiansyah (1326-1350) kepada Raja Muda Setia (1330-1352), adalah raja Tamiang pertama yang tunduk kepada Aceh. Dikisahkan raja Tamiang ini mempunyai tahi lalat besar di pipinya. Pada Kitab Negara Kertagama nama kerajaan itu disebut Tumihang.


Mata Pencaharian Suku Tamiang
Mata pencaharian utama penduduk ini yaitu bertani padi di sawah, ladang, dan tegalan. Keseharian lain juga ada sebagai buruh atau karyawan di perkebunan penambangan minyak, perusahaan kayu, nelayan, tukang kayu, pegawai negeri serta banyak lagi yang lainya. Dalam bertani masih menggunakan peralatan yang sederhana seperti cangkul dan bajak yang ditarik kerbau atau sapi. Pertanian mereka umumnya adalah tadah hujan. Mereka juga menanam tanaman keras, yaitu kopi, karet, cengkeh, kelapa dan buah-buahan.




Kekerabatan Dan Kekeluargaan Suku Tamiang
Kelompok kekerabatan yang terkecil dalam kehidupan Tamiang adalah keluarga inti yang memiliki rumah tangga sendiri, Tetapi masih berada di sekitar pemukiman keluarga asalnya. Masih mengakui bentuk keluarga luas terbatas yaitu kaum biak. Dalam keluarga luas terbatas ini terdapat dua paroh, antara lain belah ayah dan belah ibu. Untuk kehidupan sosial dalam sehari-hari mereka mempercayai prinsip kerabat bilateral. Tetapi untuk masalah warisan serta garis keturunan mereka menggunakan sistem patrilineal. Anak laki-laki tertua sangat berperan dalam keluarga. Untuk kekerabatan mereka memiliki istilah panggilan menurut urutan kelahiran, anak pertama disebut ulung, anak kedua disebut ngah, anak ketiga disebut alang, anak keempat disebut andak, anak kelima disebut uteh serta anak paling bungsu disebut uncu.


Hubungan kekerabatan dalam masyarakat mempunyai motto 'Utang sama ditanggung, malu sama ditudung'. Jadi baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan harus bersama menanggulangi beban kekerabatan. Sehingga masyarakat ini seakan-akan ada suatu perbedaan sistem kekerabatan. Yaitu Kekerabatan dengan mengandalkan kerja sama menurut garis keturunan ayah ke atas disebut kelompok wali adat atau suku sakat. Namun mereka juga mengandalkan kekerabatan menurut garis keturunan ibu ke atas. Kelompok ini disebut wali kurung atau kaum biak, sifatnya matrilokal. Di samping itu mereka juga melembagakan penghormatan kepada leluhur yang disebut ondatu, artinya dengan mengaitkan silsilah diri dalam kedatuan tertentu, contohnya dengan Datu Empat Suku, Datu Delapan Suku, Dua Belas Pihak, dan Tiga Puluh Kerabat.
Kehidupan sosial masyarakat Tamiang tidak tajam, meskipun ada kelompok tertentu yang dianggap bangsawan, adalah golongan ughang bangsawan, yang diberi gelar-gelar yang mereka pakai. Terdapat juga golongan orang terpandang karena akal budi dan jasa-jasanya, yang disebut ughang patut. Dan orang kebanyakkan disebut ughang bepake. Terdapat juga lapisan lain dari dukungan pendidikan tinggi serta harta kekayaan yang menaikkan martabatnya.


Bahasa Suku Tamiang
Bahasa Tamiang masuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia atau Austronesia. Dialeknya ditandai dengan pengucapan huruf r menjadi gh, contohnya kata "orang" dibaca oghang. Dan sementara huruf t dibaca dengan c, contohnya kata "tiada" dibaca dengan ciade.


Agama Dan Kepercayaan Suku Tamiang
Penduduk ini memeluk agama Islam, dan mereka juga masih mengadakan upacara-upacara tradisional yang berasal dari waktu sebelum Islam, misalnya kenduri blang, turun bibit, tulak bala serta lainya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bijak sesuai pembahasan